news

Alumni ESQ Business School Me-Launching Franchise Kulinernya – Waroeng Sambal Bakar Jatimekar

By December 12, 2022May 23rd, 2023No Comments

Alumni Mahasiswa ESQ Business School semakin bertambah banyak yang sukses dalam karirnya. Salah satunya adalah pria bernama Dzaky yang baru saja me-launching bisnis kulinernya yakni Waroeng Sambal Bakar Jatimekar pada akhir November 2022 lalu di Bekasi.

Pria dengan nama lengkap Muhammad Dzaky tersebut adalah Alumni Mahasiwa ESQ Business School angkatan pertama program studi Bisnis Manajemen.

Menurut keterangan para dosen, sudah sejak jaman Kuliah di ESQ Business School, Muhammad Dzaky menyukai dunia bisnis dengan membangun usaha kecil bersama teman kuliah, namun yang namanya manusia di tengah jalan ada saja godaan dan masing masing punya tujuan sendiri dan akhirnya memutuskan bubar.

“Namun Dzaky tetap konsisten di dunia kuliner,” kata Sujoko, sang Dosen.

Kemudian setelah lulus kuliah, Dzaky memutuskan untuk mengambil franchise Ayam Gepuk Pak Gembus dan hingga kini masih berjalan.

November 2022 lalu, Dzaky kembali memutuskan menjadi mitra sebuah franchise kuliner yakni di Waroeng Sambal Bakar Jatimekar, beralamatkan di Jl. Raya Kodau No.1 Rt.002/Rw.003, Jatimekar, Kec.Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat 17422.

“Dalam memilih franchise itu bukan sekedar melihat keuntungan, atau sedang ngetren namun dinilai dari sistem support terhadap mitra. Sebagai pemula di bisnis ini, saya banyak belajar dari franchise yang dibeli sebelumnya yakni Ayam Gepuk pak Gembus,” jelas Dzaky.

Lebih lanjut, “Berjalan lebih dari 4 tahun, di bisnis ayam goreng ini, memberikan pengalaman luar biasa saat memilah milih bisnis waralaba.”

Ia menjelaskan, Belajar dari fenomena covid hingga ke pasca covid, ternyata bisnis kuliner ke arah sini ternyata hal yang bisa dipelajari. Bahwasannya, di awal covid-19 banyak orang yang lebih suka makan di rumah dan cenderung pesan via delivery online serta take away.

Sedangkan, kata dia, di akhir pandemi, perubahan pola konsumsi berubah kembali ke pola sebelum pandemi. Banyak keluarga yang lebih senang makan diluar sekaligus jalan karena manusia cepat bosan dan juga makhluk sosial, maka kecenderungan orang lebih suka makan diluar bersama istri, anak dan sekaligus ngobrol santai bersama keluarga.

“Kesimpulannya, berbisnis itu harus bisa beradaptasi dan peka terhadap perubahan lingkungan, terlebih di bisnis makanan yang mirip seperti fashion dimana orang cepat bosan dan mengikuti tren tertentu,” tuturnya.

Waroeng Sambel Bakar ini merupakan konsep rumah makan keluarga dengan menu yang beragam dan bisa menjadi solusi bagi keluarga yang ingin makan bersama dengan suasana nyaman dan harga terjangkau.

“Di franchise yang baik mempunyai berapa ciri yakni sistem supportnya yang baik dan menjalin komunikasi yang baik dengan mitra, dibantu berkembang dan survei market serta dibantu manajemen hingga urusan mencari kriteria pegawai,” ujar Dzaky.

Katanya, Di Pameran Franchise begitu banyak penawaran bisnis yang menggiurkan, namun sebagai mitra kerja harus jeli bukan melihat keuntungan semata, namun banyak faktor. Karena biasanya di pameran franchise itu yang disajikan hanya manis-manisnya saja, namun support system yang justru penting jarang dijelaskan secara detail.

“Dalam Franchise bukan sekedar intuisi, namun juga harus berdasarkan data, baik lokasi, perhitungan karyawan hingga bahan baku.”

“Pengalaman menjadi mitra Franchise ada hal penting selain itu yakni mental bisnis. Ketika pandemi begitu banyak perubahan terjadi dan bagi yang tidak siap maka akan stress. Mental bisnis saya sudah dibekali sejak kuliah di ESQ Business School,” sambungnya.

Dzaky berpesan bahwa, “Selalu jadilah gelas kosong karena kita harus selalu belajar dan jangan pernah merasa paling. Merasa paling benar, paling bisa, karena masih banyak yang jauh lebih sukses di atas kita. Dengan gelas kosong kita bisa serap ilmu dimanapun kita berada.”

“Saya mengucapkan terimakasih atas ilmu dan support dari Pak Ary Ginanjar dan kampus ESQ Business School. Dzaky masih ingat pesan Pak Ary, Jatuh bangun dalam bisnis itu biasa yang penting kita bisa mengambil hikmah atas peristiwa itu dan bangkit kembali menuju tujuan kita berbisnis.”

Karena menurutnya, Bisnis itu bukan sekedar mencari laba, namun bisa bermanfaat untuk orang banyak bisa membantu orang banyak.

 

 

Leave a Reply