Untaian Cerita Penuh Makna dari Dua Mahasiswa Perwakilan AIESEC EBS yang Berkunjung ke Dua Negara Berbeda

Untaian Cerita Penuh Makna dari Dua Mahasiswa Perwakilan AIESEC EBS yang Berkunjung ke Dua Negara Berbeda

Untaian Cerita Penuh Makna dari Dua Mahasiswa Perwakilan AIESEC EBS yang Berkunjung ke Dua Negara Berbeda

ESQ Business School – Masa Muda adalah masa-masa yang paling tepat untuk mengukir sebanyak-banyaknya prestasi dan mencari sebanyak-banyaknya pengalaman yang berharga dalam hidup. Karena akan sangat disayangkan sekali apabila masa-masa muda diisi dengan kegiatan yang tidak bermanfaat dan kegiatan yang sia-sia.

Hal ini selaras dengan yang telah dilakukan oleh dua mahasiswa ESQ Business School (EBS) yakni Adam Rizki Azhari dan Muhammad Velly Ibrahim dari angkatan ke-4 yang menjadi perwakilan untuk Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) di kampus ESQ Business School dalam “International Exchange Program” yang disebut dengan “Global Volunteer Program.” Mereka berdua mengunjungi dua negara berbeda, di mana Adam Rizki Azhari atau yang biasa disapa dengan Adam mengunjungi negara Turki sedangkan Muhammad Velly Ibrahim atau yang biasa disapa dengan Velly mengunjungi negara Filipina.

Seperti yang telah diketahui bersama bahwa AIESEC adalah organisasi internasional untuk para pemuda yang membantu mengembangkan potensi kepemimpinan mereka. AIESEC merupakan organisasi terbesar di dunia yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan para pemuda dan menjadi ambassador di luar negeri untuk menjalankan project social. AIESEC juga berfokus pada pengembangan kepemimpinan, pengalaman kepemimpinan, hingga partisipasi di Global Learning Environment.

Menurut Velly, tujuan dari AIESEC itu sendiri terutama buat para Exchange Participants, seperti dirinya adalah untuk meningkatkan Jiwa leadership, bagaimana dia bisa memahami budaya luar, bagaimana mereka bisa struggling di suatu negara seorang diri, dan bagaiamana Mereka make impact ke setiap orang di sekitar terutama setiap orang yang berhubungan dengan project tersebut. Lebih lanjut, Velly mengatakan bahwa project yang dia ambil tujuannya agar bagaimana dirinya bisa mengajari berhitung, bahasa inggris, seni, dan cara-cara menjaga kebersihan di lingkungan sekolah tempat dirinya melakukan project, dan mereka yang ada di dalam project ini adalah murid-murid “special” sehingga perlu kesabaran dalam diri Velly untuk meng-handle mereka terutama karena dirinya belum ada pengalaman dalam melakukan seperti itu (mengajar anak-anak berkebutuhan khusus dengan bahasa Inggris).

Untaian Cerita Penuh Makna dari Dua Mahasiswa Perwakilan AIESEC EBS yang Berkunjung ke Dua Negara BerbedaVelly mengunjungi negara Filipina pada tanggal 29 Januari – 04 Maret 2018 silam. Kemudian keuntungan yang didapatkan Velly saat mengikuti kegiatan ini adalah dapat melatih jiwa leadership yang diajarkan oleh ESQ Business School yang mempunyai visi sebagai sekolah bisnis terbaik di Indonesia ke depannya, dirinya dapat merasakan menjadi minoritas sebagai muslim di negara yg mayoritas non-muslim, dapat melatih positive vibes and positive thinks untuk dirinya, melatih kemandirian, mendapatkan teman dan keluarga baru dari luar Indonesia, dapat mentransfer ilmu di mata kuliah “Leadership Cross Culture” yang diajarkan oleh ESQ Business School.

Lain halnya dengan Velly yang mengunjungi negara Filipina, Adam mengunjungi negara berbeda, yakni Turki. Dia mengunjungi kota Adana saat pergi ke Turki pada tanggal 12 Agustus – 02 Oktober 2018. Adam pun menceritakan berbagai keuntungan yang dia dapatkan selama dia mengunjungi Turki untuk mengikuti “Global Volunteer Program” yakni adalah  dirinya bisa belajar tentang kebudayaan dari negara tersebut kemudian dirinya juga bisa belajar bahasa negara tersebut serta bisa belajar hal-hal positif dari berbagai bidang seperti ekonomi yakni bagaimana negara tersebut mengatasi krisis ekonomi. Kemudian karena ia mengerjakan di kota yang agriculture nya terbaik di negara Turki,  ia bisa mengambil ilmu tentang  agriculture sebanyak-banyaknya sehingga ia bisa mengaplikasikannya di Tanah Air.

Untaian Cerita Penuh Makna dari Dua Mahasiswa Perwakilan AIESEC EBS yang Berkunjung ke Dua Negara Berbeda

Lebih lanjut Velly dan Adam juga memberikan harapannya pada AIESEC Indonesia ke depannya, yakni agar AIESEC di Indonesia mengadakan program untuk para murid-murid yang kurang beruntung (kurang mampu) contoh nya seperti memberikan program gratis dan dibekali uang untuk mereka selama project, karena di luar sana banyak murid yg ingin exchange tapi mereka tidak kesempatan untuk melakukan hal tersebut, serta untuk AIESEC kedepanya adalah supaya lebih memfilter project-project mana saja yang bagus serta negara-negara mana saja yang bagus dan potensial untuk dikunjungi oleh para exchange participants.

Rachmah Dewi

Author Rachmah Dewi

More posts by Rachmah Dewi