Seminar “Mengajar ala ESQ Batch ke-3” Memberikan Suntikan Semangat dan Motivasi bagi Para Guru

Seminar "Mengajar ala ESQ Batch ke-3" Memberikan Suntikan Semangat dan Motivasi bagi Para Guru

Seminar “Mengajar ala ESQ Batch ke-3” Memberikan Suntikan Semangat dan Motivasi bagi Para Guru

ESQ Business School – Menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang sangat mulia. Karena peran guru sangat penting sebagai tonggak perubahan dan tonggak kemajuan suatu generasi ke depannya. Bisa dibayangkan betapa hampanya jika tidak ada keberadaan guru untuk kehidupan kita. Selamanya kita akan menjadi orang yang miskin akan ilmu. Untuk terus menginspirasi dan memotivasi para guru dalam memberikan pengajaran kepada murid-muridnya di sekolah, hari ini (19/10/2018) bertempat di Ruang 1807, Lantai 18 Kampus ESQ Business School (EBS), Jakarta Selatan, diselenggarakanlah seminar “Mengajar ala ESQ” yang dihadiri oleh guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Penyelenggaraan seminar “Mengajar ala ESQ” yang diselenggarakan EBS ini, Alhamdulillah sudah memasuki batch ke-3.

Seminar “Mengajar ala ESQ” kali ini dibawakan oleh Bapak Abdul Harris Muchtar yang juga merupakan seorang dosen di ESQ Business School dan sekaligus juga sebagai Trainer Lisensi DR.(H.C) Ary Ginanjar Agustian. Terlebih dahulu, sebelum mulai acara ini, Bapak M.Nussyirwan, S.T, MSM, selaku Marketing Manager sekaligus dosen ESQ Business School memberikan sambutannya. Acara ini dimulai pada pukul 08.30-11.30 WIB. Adapun tujuan dari penyelenggaraan seminar “Mengajar ala ESQ” ini adalah untuk memberikan motivasi para guru, menginspirasi para guru, dan memberikan improvement kepada para guru bagaimana teknik mengajar yang sesuai dengan era yang ada di zaman sekarang, agar para murid merasa senang, merasa mendapat kesejukan hati saat menerima ilmu di kelas. Karena saat ini, kita sudah memasuki era digital, di mana generasi-generasi muda di zaman sekarang lebih senang membuka gadget, seperti: smartphone, tab, laptop di keseharian mereka daripada membuka buku-buku pelajaran. Tentu, hal seperti inilah yang menjadi perhatian untuk para guru. Para guru juga harus bisa memahami dengan baik perilaku para muridnya.

Bapak Haris—Sapaan dari Abdul Harris Muchtar, dalam seminar ini, memberikan pemahaman tentang metode SKI (Spiritual, Kreativitas, Intelektual) yang menjadi metode pembelajaran, yang juga menjadi keunggulan dari ESQ Business School, yang mempunyai visi ke depan sebagai Sekolah Bisnis Terbaik di Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa dalam metode SKI yang ada di ESQ Business School, para mahasiswa dibimbing di awal perkuliahan untuk menumbuhkan motivasi belajar yang berasal dari dalam diri mereka sendiri secara spiritual (Why), kemudian sisi kreativitas (How), mahasiswa digugah agar mampu melahirkan sudut pandang dan ide-ide baru dalam menjawab persoalan dan permasalahan dengan teori-teori yang ada secara intelektual (What). Menurut riset yang dilakukan selama bertahun-tahun yang dilakukan oleh DR.Bernice McCarthy dari USA, ada 4 tipe manusia dan 4 tipe manusia ini perlu para guru pahami dengan baik, yaitu;

  1. Why
    Berhubungan dengan isu permasalahan situasi. (dulu, sekarang, dan akan datang)
    Contoh kasusnya adalah ketika para murid bertanya, “Mengapa saya harus belajar matematika?”
  1. What
    Berhubungan dengan hasil dan kesan
    Contoh kasusnya adalah ketika para murid bertanya, “Apa saja yang saya dapat ketika belajar matematika?”
  1. How
    Berhubungan dengan solusi / penyelesaian perkara
    Contoh kasusnya adalah ketika para murid bertanya, “Bagaimana cara menyelesaikan soal matematika?”
  1. What If
    Berhubungan dengan nilai tambah tindakan
    Contoh kasusnya adalah ketika para murid bertanya, “Apa manfaatnya yang didapat ketika saya belajar matematika?”

Mengapa para guru harus memahami 4 tipe manusia seperti yang sudah dikemukakan di atas? Harapannya adalah agar para guru dapat mengajar para muridnya dengan baik, sehingga membuat murid merasa nyaman saat menerima pelajaran. Karena banyak guru yang menggunakan cara lama saat mengajar, sehingga membuat bosan anak didiknya. Perlu adanya juga pemahaman dari guru bahwa talenta di antara para muridnya berbeda-beda, jika para guru sudah paham talenta masing-masing muridnya, akan memudahkan mereka untuk menghasilkan prestasi.

Semoga dengan terselenggaranya acara seminar “Mengajar ala ESQ” ini dapat membuat bangkit semangat para guru untuk terus berjuang mencerdaskan para anak bangsa.

Rachmah Dewi

Author Rachmah Dewi

More posts by Rachmah Dewi

Leave a Reply

Paste your AdWords Remarketing code here
WhatsApp chat