“Second Generation Program” Persiapkan Generasi Penerus Bisnis yang Unggul

“Second Generation Program” Persiapkan Generasi Penerus Bisnis yang Unggul

ESQ Business School – Generasi kedua, adalah generasi yang diharapkan dapat melanjutkan usaha yang telah dirintis dari generasi pertama (generasi pendahulu) mereka. Permasalahan yang ada sekarang ini adalah, banyak generasi kedua yang tidak semua mau dan mampu untuk melanjutkan bisnis dari generasi para pendahulu mereka. Menurut data dari The Family Institute, hanya sekitar 30% dari bisnis keluarga yang dijalankan oleh para generasi kedua mereka, sedangkan 12% oleh generasi ketiga dan hanya 3% oleh generasi keempat.

Dan ternyata, alasan mengapa tidak banyak bisnis keluarga yang dilanjutkan oleh generasi penerusnya, antara lain karena hal-hal berikut ini:

  1. Para generasi penerus tersebut sangat bergantung pada keunikan para pendahulu sehingga mereka tidak bisa melanjutkan bisnis keluarga.
  2. Para anggota keluarga hanya ingin meneruskan kepemilikan saham mereka, tetapi enggan untuk berperan dalam mengelola perusahaan.
  3. Tidak ada anggota dari generasi kedua yang memiliki minat, komitmen, serta kemampuan untuk mengambil alih usaha mereka.

Berangkat untuk mengatasi hal-hal tersebut, ESQ Business School (EBS) membuat sebuah program yang dinamakan “Second Generation Program” yakni, program khusus bagi para penerus bisnis. Hari ini (21/09/2018) bertempat di Auditorium Lantai 18 ESQ Business School, Menara 165, Jakarta Selatan, diselenggarakan seminar yang bertajuk “How to Prepare Your Future CEO?” yang berlangsung pada pukul 08.00 – 11.00 WIB. Acara seminar ini dibawakan langsung oleh Dwitya Agustina, S.T, M.B.A selaku Chief Executive Officer ESQ Business School.

Seminar ini dibuka terlebih dahulu oleh Pendiri ESQ Business School sekaligus Tokoh Pembangunan Karakter Bangsa, yakni Bapak Dr.(H.C) Ary Ginanjar Agustian. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa “Berbisnis itu harus punya kematangan dari segi mental, apalagi sekarang kita berada di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) dan tugas seorang pemimpin di era VUCA itu harus mempunyai kompetensi yang tak cukup hanya dari segi intelektual saja, tapi juga kemampuan spiritual dan kemampuan untuk meluaskan wawasan dalam menghadapi berbagai tekanan.”

Lebih lanjut pula, Bapak Dr.(H.C) Ary Ginanjar Agustian mengatakan, bahwa beliau berharap dengan lahirnya para pemimpin dari “Second Generation Program” ini adalah agar mereka nantinya menjadi seorang pemimpin yang punya strategi dan corporate culture yang hebat. Jangan menjadi pemimpin tapi mudah tersinggung, mudah terbawa perasaan oleh perilaku anak buahnya. Karena 3 kunci menjadi seorang pemimpin di era VUCA adalah apabila dia memiliki:

  1. Kesiapan mental (Mental Agility)
  2. Kesiapan untuk terus belajar (Learning Agility)
  3. Kesiapan untuk memberikan hasil terbaik (Result Agility)

Setelah Bapak Dr(H.C) Ary Ginanjar Agustian selesai memberikan sambutannya, penjelasan lebih terperinci tentang “Second Generation Program” ini disampaikan oleh Dwitya Agustina S.T,M.B.A selaku Chief Executive Officer EBS. Di sini, beliau menjelaskan perihal materi-materi apa saja yang akan diajarkan dan didapatkan bagi yang mengikuti program “Second Generation” ini, selain itu pula benefit apa saja yang akan mereka dapatkan.

Menariknya, “Second Generation Program” ini bisa mereka pilih untuk diikuti dalam waktu umumnya masa perkuliahan yakni 4 tahun atau hanya dalam kurun waktu 1 tahun saja. Mereka yang belajar di program ini pula akan mendapatkan ilmu bagaimana menjadi sosok pemimpin perusahaan yang menjadi role model serta akan diajarkan pula ilmu public speaking karena nantinya seorang pemimpin harus pandai berkomunikasi di depan umum, dan tak hanya itu mereka juga akan diajarkan pula ilmu “coaching” dan ilmu-ilmu terbaik lainnya yang hanya akan mereka dapatkan di program ini.

Rachmah Dewi

Author Rachmah Dewi

More posts by Rachmah Dewi