Para Mahasiswa EBS Diajak untuk Memahami Seluk-beluk tentang Ilmu Geospasial dalam “Talkshow Geospatial for Student” di ESQ Business School

Para Mahasiswa EBS Diajak untuk Memahami Seluk-beluk tentang Ilmu Geospasial dalam "Talkshow Geospatial for Student" di ESQ Business School

Para Mahasiswa EBS Diajak untuk Memahami Seluk-beluk tentang Ilmu Geospasial dalam “Talkshow Geospatial for Student” di ESQ Business School

ESQ Business School – Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang belum digali secara optimal. Berdasarkan data Bappenas 2018 yang menyatakan bahwa generasi milenial di negara muslim akan tumbuh menjadi sebanyak 4,7 miliar orang pada tahun 2030. Angka tersebut menggambarkan suatu potensi besar yang harus dapat dikelola oleh berbagai pihak sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi bangsa Indonesia. Generasi milenial tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000, pulau di mana hanya sekitar 7.000 pulau yang berpenghuni. Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Sumatra dan Papua merupakan pulau utama di Indonesia. Selain itu Indonesia juga memiliki pulau-pulau kecil seperti Bali, Karimunjawa, Gili dan Lombok yang merupakan tujuan wisata lokal maupun internasional. Ibukota negara Indonesia adalah Jakarta, yang terletak di Pulau Jawa seperti yang dilansir dalam website www.indonesia-frankfurt.de

Memahami kondisi wilayah Indonesia yang demikian luas, maka generasi milenial harus mampu melihat dan mengembangkan peluang yang belum tergali serta mampu mengintegrasikan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satu hal yang memiliki peranan penting adalah pengelolaan informasi geospatial. Betapa pentingnya informasi geospasial bagi pengambilan keputusan. Segala hal yang berhubungan dengan geospasial sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (UUIG). Ketersediaan informasi geospasial yang akurat dan terpercaya dapat meningkatkan pengambilan keputusan yang lebih efisien, efektif, dan komunikatif (The Presidents Post).

Untuk menggali lebih banyak ilmu tentang Geospasial, khususnya bagi generasi milenial, pada hari ini (29/04/2019) diselenggarakan acara “Talkshow Geospatial for Student” dengan mengusung tema “Pemanfaatan Geospasial untuk Meningkatkan Kehidupan Masyarakat dan Mendukung Pembangunan Indonesia” yang bertempat di Lantai 18, Ruang Auditorium Prof.Ir.Surna Tjahja Djajadiningrat ESQ Business School (EBS). Acara ini dihadiri oleh mahasiswa dan mahasiswi EBS dari berbagai angkatan serta berbagai jurusan yang ada di ESQ Business School, serta turut dihadiri pula oleh Bapak dan Ibu Dosen, antara lain: Ibu Leli Deswindi, S.E.,M.T selaku Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, Bapak Sujoko Winanto, S.T., M.B.A selaku Wakil Ketua 3 Bidang Kemahasiswaan, Ibu Asri Pertiwi, S.T.,M.M selaku Kepala Program Studi Sistem Informasi. Acara ini berlangsung dari pukul 09.00-12.00 WIB dengan mengundang pembicara antara lain: Bapak Dodi Sukmayadi.W (Former Deputy Bagian Informasi, Badan Informasi Geospasial), Mbak Fatisya Ilyani Yusuf (Mapping Supervisor dari HoTOSM atau dikenal dengan Open Street Map), Serta Bapak Aksanjaya dan Bapak Akbar dari TELAPAK)

Para Mahasiswa EBS Diajak untuk Memahami Seluk-beluk tentang Ilmu Geospasial dalam "Talkshow Geospatial for Student" di ESQ Business SchoolAcara ini dibagi ke dalam tiga sesi, di mana sesi pertama diisi oleh Bapak Dodi Sukmayadi.W. Bapak Dodi—demikian sapaannya mengatakan bahwa penting sekali bagi generasi milenial untuk mempelajari ilmu tentang Geospasial. Karena menurutnya, zaman sekarang perusahaan transportasi seperti Gojek atau Grab sudah memanfaatkan Google Maps, di mana Google Maps tersebut merupakan bagian dari Geospasial. Bapak Dodi menyoroti bahwa generasi milenial saat ini agak kurang dalam bias membaca sebuah peta, sehingga berdampak jika mereka pergi ke suatu tempat dan tempat itu arahnya sudah jelas di Google maps, mereka bingung membaca arah tersebut, dan mereka lebih senang untuk bertanya kepada orang lain. Edukasi tentang Geospasial harus terus diberikan kepada anak-anak milenial karena ini ilmu yang sangat bermanfaat sekali ke depannya. Lanjut di sesi kedua, di mana sesi ini diisi oleh Mbak Fatisya Ilyani Yusuf.

Mbak Fatisya—demikian sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa peluang mempelajari ilmu tentang Geospasial ini sangat penting bagi generasi muda, apalagi bagi generasi muda yang tengah membuka bisnis, mereka jadi akan lebih tahu mana tempat-tempat potensial dan strategis untuk membangun dan mengembangkan bisnisnya ke depan. Kemudian, di sesi ketiga, dilanjutkan dengan penjelasan dari Bapak Atsanjaya dan Bapak Akbar dari TELAPAK. Telapak berdiri sebagai NGO pertama (Organisasi Non-Pemerintah) sejak tahun 1997 yang mengimplementasikan sertifikasi internasional FSC pada komunitas hutan yang berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara. Telapak juga merupakan NGO pertama yang mempopulerkan frasa “illegal logging” di kancah nasional pada awal tahun 2000-an. Bapak Atsanjaya dan Bapak Akbar menjelaskan tentang perjalanan TELAPAK ini, mereka berkata, mereka mengamati bahwa arah komitmen pembangunan kehidupan yang berkelanjutan harus melingkupi semua sektor yang terasosiasi, kemudian memutuskan untuk memperluas tujuan utama kami dalam pembangunan fondasi keberlanjutan bagi generasi mendatang dengan mengarah pada area pertanian, perkebunan, perikanan, ekowisata, dan sektor energi terbarukan.

Sesuai juga dengan apa yang ada di dalam website TELAPAK, mereka pun berharap bahwa ekspansi ini dapat mendukung lebih banyak generasi yang hidup di bumi. Karena pada hakikatnya, “Alam berperan sebagai elemen esensial penyusun kehidupan, dengan kelimpahan energi yang terkandung di dalamnya, alam sesungguhnya telah menopang beribu kehidupan generasi kini dan mendatang.” Untuk itu tidak ada keraguan sedikit pun daripadanya.

Para Mahasiswa EBS Diajak untuk Memahami Seluk-beluk tentang Ilmu Geospasial dalam "Talkshow Geospatial for Student" di ESQ Business SchoolDengan diadakannya acara kuliah umum “Talkshow Geospatial for Student” ini, diharapkan agar mahasiswa dan mahasiswi ESQ Business School dapat lebih memahami tentang ilmu Geospasial yang sangat bagus dan bermanfaat untuk dipelajari ini. Karena sejalan juga dengan cita-cita pendiri sekolah ini yaitu ingin melahirkan pengusaha yang memiliki landasan nilai nasionalisme, ketauhidan, islami dan keimanan, para mahasiswa sebagai generasi penerus diharapkan mampu menginisiasi, menggali, mengembangkan dan membangun jaringan dalam menjalankan bisnis melalui pemanfaatan informasi geospatial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga ESQ Business School (EBS) bias mewujudkan visinya ke depan yaitu menjadi Sekolah Bisnis Terbaik di Indonesia.

Rachmah Dewi

Author Rachmah Dewi

More posts by Rachmah Dewi