National Symposium of Journals Quality | 2013

Journal, kata ini sering disebut dan diperbincangkan di dunia yang berhubungan dengan kampus, akademisi dan lainnya. Sebenarnya, apa sie makna dari kata itu.

Menurut kamus Merriam-Webster daring, journal itu berarti:

jour·nal noun \ˈjər-nəl\
: a book in which you write down your personal experiences and thoughts

: a newspaper

: a magazine that reports on things of special interest to a particular group of people

Sedangkan jurnal yang sering diperbincangkan di atas tadi, pada umumnya dikenal sebagai JURNAL ILMIAH atau JURNAL AKADEMIK. Dimana menurut Wikipedia Bahasa Indonesia sendiri, maknanya adalah sebagai berikut:

JURNAL ILMIAH = Jurnal ilmiah merupakan salah satu jenis jurnal akademik di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review (penelaahan sejawat).

Dan

JURNAL AKADEMIK = Jurnal akademik adalah sebuah terbitan periodik yang sudah melalui penelaahan sejawat, tempat karya yang berkaitan dengan disiplin akademik diterbitkan. Jurnal akademik berperan sebagai forum pengenalan dan presentasi penelitian baru dan sarana kritik terhadap penelitian yang sudah ada. Isinya biasa berbentuk artikel yang memaparkan penelitian asli, artikel tinjauan, dan tinjauan buku.

Istilah jurnal akademik berlaku untuk terbitan sarjana di semua bidang. Jurnal ilmiah dan jurnal ilmu sosial kuantitatif memiliki variasi bentuk dan fungsi dibandingkan jurnal humaniora dan ilmu sosial kualitatif; aspek spesifik mereka masih diperdebatkan.

UPAYA PENINGKATAN KUALITAS JURNAL ILMIAH NASIONAL

Saat ini terlihat adanya upaya untuk peningkatan kualitas jurnal ilmiah nasional terkini. Upaya tersebut mengerucut pada tiga isu utama:

  • Tantangan baru akreditasi nasional,
  • Tuntutan mendesak indeksasi dan
  • Pudarnya etika publikasi kecendekiawanan.

Untuk menghadapi rangkaian tantangan tersebut, berbagai pengampu kepentingan jurnal ilmiah seperti DIKTI, LIPI, perguruan tinggi, badan penelitian-pengembangan pemerintah dan swasta, serta komunitas akademisi peneliti, seyogianya menunjukkan komitmen kuatnya demi mengangkat kualitas jurnal ke tataran lebih tinggi.

Oleh karena, ESQ Business School merasa perlu untuk mengikuti National Symposium of Journals’ Quality yang bertujuan untuk mempertemukan semua pengampu kepentingan jurnal ilmiah dalam satu forum publik untuk :

  • Berbagi wawasan
  • Mendalami bersama tema-tema aktual, dan
  • Menemukan solusi praktis demi memajukan khazanah ilmu, serta
  • Memperkuat manajemen diseminasi karya ilmiah nasional maupun internasional.

Simposium ini diadakan selama dua (2) hari, Kamis & Jum’at, 3 – 4 Oktober 2013, bertempat di Hotel Atlet CenturyPark, Jakarta. Adapun materi yang dibahas adalah:
Pendalaman materi simposium mencakup lima tema aktual yang terintegrasi, meliputi:

  1. “Current Condition of Indonesia Journal”. Pemangku kepentingan pengembangan jurnal nasional dari DIKTI dan LIPI akan memaparkan kondisi terkini jurnal nasional, termasuk: isu-isu kebijakan terbaru dan standar tinggi pengelolaan jurnal ilmiah, peningkatan indeksasi nasional-internasional, serta pelayanan dari dua lembaga pemberi akreditasi jurnal ilmiah. Materi ini akan dibawakan oleh Prof. Agus Subekti, Ph.D dan Prof. Dr. Lukman Hakim, APU
  2. “The Way of Accomplising International Indexation”. Kebutuhan indeksasi nasional-internasional semakin mendesak seiring tuntutan pengembangan karier akademisi-peneliti dan peningkatan kualitas pengelolaan perguruan tinggi dan badan riset. Institusi pengindeks jurnal ilmiah internasional (Thomson Reuters dan Scopus) akan menjelaskan secara detail tuntutan-tuntutan tinggi indeksasi jurnal. Pematerinya adalah Scopus, Thomson Reuters.
  3. “New Challenges to National Accreditation”. Penyusunan panduan bersama DIKTI-LIPI mulai 2013 ini akan menetaskan tantangan baru bagi sebagian besar pemegang kebijakan pengelolaan jurnal di perguruan tinggi dan badan penelitian. Para peserta dapat berdiskusi langsung dengan representasi pembina akreditasi nasional DIKTI dan LIPI seputar isu panduan akreditasi yang di dalamnya tersebar standar-standar baru akreditasi. Pematerinya adalah Prof. Mien Rifai, Ph.D dan Prof. Dr. Eny Sudarmonowati.
  4. “Indexation: Case of Indonesian Journals”. Pintu sukses semakin terbuka bagi perguruan tinggi dan badan riset untuk indeksasi internasional. Dua perguruan tinggi (ITB dan Undip) dan satu lembaga penelitian non-pemerintah (CSIS) akan berbagi pengalaman bagaimana mereka berjuang mengelola jurnalnya dan berhasil menembus indeks internasional. Untuk ini akan dibawakan oleh Prof. Dr. Ismunandar [ITB], Dr. Istadi [UNDIP] dan Dr. Shafiah Muhibat [CSIS].
  5. “Academic Integrity: Unethical Issues, Plagiarism and Predator”. Etika publikasi para akademisi-peneliti semakin rentan atas tindak plagiarisme yang semakin terang-terangan di lingkup publik. Isu jurnal predator yang mengemuka di tataran media massa nasional juga semakin menantang integritas akademik. Isu etika terbaru ini akan menjadi puncak refleksi para peserta. Para narasumber ()lintas disiplin ilmu dan perwakilan media massa yang selama ini berfokus pada isu-isu tersebut akan mempurnai refleksi bersama tersebut. Materi penutup ini akan dibawakan oleh Prof. Terry Mart, Ph.D. [UI]; Dr. A. Suwignyo [UGM] dan Dr. F. Budi Hardiman [Driyarkara].

Referensi:

  1. National Symposium of Journals Quality 2013.
  2. Agenda lengkap National Symposium of Journals Quality | 2013.
  3. English Dictionary – Merriam-Webster.
  4. Definisi Jurnal Ilmiah dari Wikipedia.
  5. Definisi Jurnal Akademik dari Wikipedia.
TAGS: