Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia dengan “Integrated Management Workshop”

Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia dengan “Integrated Management Workshop”

ESQ Business School – Dewasa ini, semua hal sudah dapat dengan mudah diakses dengan bantuan internet yang mencakup tak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Dan zaman sekarang adalah zaman di mana segala perubahan terjadi dengan sangat cepat, jika kita adalah pribadi yang tidak bisa menyesuaikan dan beradaptasi dengan segala perubahan dan keadaan di zaman sekarang, maka sungguh sejatinya kita akan tergilas oleh perkembangan zaman.

Hari ini (26/09/2018) bertempat di Lantai 19, ESQ Business School (EBS), Jakarta Selatan, diselenggarakanlah “Integrated Management Workshop,” yang diikuti oleh para karyawan dari berbagai level manajerial. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai memperkaya ilmu serta wawasan bagi para karyawan dari berbagai level manajerial tersebut, karena ilmu-ilmu yang disampaikan di sini adalah dari segala bidang yang mencakup manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, serta manajemen operasi. Karena pemateri yang ikut serta dalam acara ini adalah para dosen-dosen dari EBS yang sangat ahli dalam bidangnya.

Acara workshop ini diselenggarakan dua hari sampai kamis (27/09/2018) dan acara ini dimulai pada pukul 09.00 – 17.00 WIB. Sesi pertama “Integrated Management Workshop” dibuka oleh materi dari Ibu Leli Deswindi, SE, MT dengan bahasan tentang “Big Why and Strategic Human Resource.” Dalam sesinya, Ibu Leli menjelaskan bahwa proses belajar itu hendaknya harus dilakukan terus menerus, artinya para karyawan dalam jenjang manajerial apapun, baik sudah menjadi top leaders ataupun masih menjadi seorang staff biasa harus terus belajar dan jangan cepat merasa puas terhadap apa yang telah didapatkan.

Perusahaan pun jika ingin sukses harus mempunyai visi, misi, dan tujuan yang jelas. Serta pemimpin dalam suatu perusahaan juga harus membina sumber daya manusianya, jangan hanya memikirkan masalah sistem dan strategik di perusahaannya tersebut.

Lebih lanjut Ibu Leli pun mengatakan bahwa banyak orang-orang yang sekarang sangat susah diajak untuk berubah ke arah yang lebih baik. Karena sebuah perubahan di dalam suatu perushaan akan berhasil apabila adanya keseimbangan antara strategy, structure, dan system, serta beliefs, values, dan behavior.

Dan karena sekarang kita berada di era VUCA (Volatillity, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) maka gaya kepemimpinan yang paling cocok untuk diterapkan di perusahaan adalah “Transformational Leaders” di mana dalam gaya kepemimpinan “Tranformational Leaders” terkenal dengan singkatan “4I” (Four I) di mana dalam “4I” untuk pemimpin dalam menerapkan gaya “Transformational Leaders” dimaknai dengan:

  1. Idealize Influence
    Artinya adalah seorang pemimpin itu harus menjadi teladan (role model) bagi orang-orang yang dipimpinnya.
  2. Inspirational Motivation
    Artinya adalah seorang pemimpin harus menginpirasi orang-orang yang dipimpinnya, dengan kata lain, pemimpin harus menguasai lebih banyak ilmu dari pada bawahannya.
  3. Intellectual Stimulation
    Artinya adalah seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk mendengar dan kemampuan untuk bertanya terhadap para bawahannya.
  4. Individualize Consideration
    Artinya adalah seorang pemimpin itu harus mempunyai kemampuan untuk “membaca” kemampuan atau kompetensi yang dimiliki oleh para bawahannya. Atau dapat menugaskan para bawahannya sesuai dengan keahlian yang mereka punya.

Sebelum menutup sesi yang dibawakannya, Ibu Leli juga mengatakan bahwa “Jika kita mau berubah, maka kita harus tahu dulu ‘Why’-nya, atau alasan kenapa kita harus berubah. karena jika kita sudah tahu ‘why’-nya tersebut, maka dorongan untuk berubah akan semakin kuat. Ujar Beliau.

 

Rachmah Dewi

Author Rachmah Dewi

More posts by Rachmah Dewi