Mengungkap Cerita Penuh Makna di Balik “Mie Baso Abang Besot,” Bisnis dari Alumni EBS

Mengungkap Cerita Penuh Makna di Balik "Mie Baso Abang Besot," Bisnis dari Alumni EBS

Mengungkap Cerita Penuh Makna di Balik “Mie Baso Abang Besot,” Bisnis dari Alumni EBS

ESQ Business School – Dewasa ini, kita bisa melihat bahwa berbisnis bukan hanya menjadi daya tarik bagi kalangan orang-orang tua saja. Karena dari kalangan muda, sudah banyak sekali anak-anak muda yang terjun ke dunia bisnis, dan menjadi pebisnis adalah jalan hidup yang diambil bagi para anak muda di zaman sekarang. Kecanggihan teknologi di zaman sekarang ini, turut memberikan andil bagi para anak muda yang melakukan bisnis. Betapa tidak, dengan kecanggihan teknologi di era sekarang ini, anak-anak muda yang berbisnis dapat dengan mudah mempromosikan bisnisnya di sosial media yang mampu menjangkau orang-orang di seluruh dunia.

Berbisnis di usia muda, juga menjadi pilihan bagi Bilal Ramdhani setelah lulus kuliah. Alumni dari ESQ Business School (EBS) jurusan manajemen bisnis dari angkatan pertama ini menekuni bisnis di bidang food and beverage yang diberi nama “Mie Baso Abang Besot” yang berlokasi di daerah Tasikmalaya, Jawa Barat. Bilal—sapaan dari Bilal Ramdhani ini menceritakan bahwa bisnis ini dibentuk pada tanggal 2 Agustus 2018, namun proses panjang sebelumnya sudah dia mulai dari beberapa bulan sebelumnya, mulai dari mind mapping ide, merek dagang, konsep pemasaran, hingga proses produksi bakso yang dia benar-benar matangkan terlebih dahulu melalui survei ke beberapa outlet bakso terkenal di Tasikmalaya, hal ini dia lakukan karena Kota Tasikmalaya dan sekitarnya merupakan “Kota Bakso” yang memiliki ratusan outlet bakso yang beragam. Sebelum benar-benar terjun dirinya ingin benar-benar memastikan apa yang nantinya akan membuat “Mie Baso Abang Besot” ini berbeda dengan para kompetitornya.

Mengungkap Cerita Penuh Makna di Balik "Mie Baso Abang Besot," Bisnis dari Alumni EBS

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai usaha bisnis ini, Bilal menceritakan pula bahwa latar belakang dia memilih berbisnis di bidang food and beverage sehingga dia bisa merintis bisnis “Mie Baso Abang Besot” ini adalah karena rasa ketidakpuasan di dalam dirinya ketika menjalankan bisnis keluarga yang diturunkan kepadanya yaitu usaha di bidang Catering, sebagai seorang laki-laki yang merupakan lulusan sarjana bisnis, dirinya merasa tertantang untuk menciptakan bisnisnya sendiri, bukan melanjutkan bisnis keluarga yang diturunkan kepadanya. “Terlebih selama lebih kurang 9 bulan fokus di Catering, banyak client yang menyatakan suka pada rasa dan ciri khas bakso yang memang sudah menjadi resep andalan ibu saya. Oleh sebab itulah, saya menjadi semakin terdorong untuk memasarkan bakso dengan merek dagang saya sendiri.” Ujarnya.

Mengungkap Cerita Penuh Makna di Balik "Mie Baso Abang Besot," Bisnis dari Alumni EBSAkhirnya, setelah tekadnya sudah bulat tersebut, dia mulai sering praktik membuat bakso sampai akhirnya bertemu pada satu titik di mana bakso tersebut sudah benar-benar tepat dan pas untuk dia jual kepada konsumen. Menurut Bilal sebagai seorang pebisnis, tentu dalam menjalankan kegiatan bisnis dirinya mengalami suka dan duka. Semua pelaku bisnis pasti tahu betul masalahnya dalam dunia bisnis itu begitu kompleks, bagaimana penciptaan awal ide, alokasi modal, mengolah input menjadi output yang sesuai dengan yg diharapkan, mencari dan menyaring calon karyawan yang tepat dibidang ini, mendapatkan bahan baku yang berkualitas, menetapkan strategi pemasaran, semua divisi bisnis dia lakukan secara bersamaan sembari terus mengevaluasi poin-poin yang sudah dijalankan. Kini, pelanggan “Mie Baso Abang Besot” semakin hari semakin bertambah. Tak ayal, banyak public figure yang juga berkunjung untuk menyicipi “Mie Baso Abang Besot” ini seperti: Rian “D’Massive.” dan ada pula Ustadz Handy Bonny.

Hal ini membutuhkan konsentrasi yang keras untuk mengembangkan bisnisnya ini, dia pun bersyukur selama proses ini dia memiliki mentor bisnis yang luar biasa mampu mengarahkannya untuk benar-benar memiliki mental seorang pebisnis, merekalah yang jasanya tidak pernah dapat dia ukur dan balas, yaitu Ibu beserta kakak-kakaknya yang dari awal selalu mensupport dan menyemangatinya. Lebih lanjut, Bilal menuturkan bahwa, kiat-kiat dalam menekuni dunia bisnis itu ada 9 cara yang dirinya sudah aplikasikan. Kesembilan kiat-kiatnya adalah sebagai berikut:

  1. Temukan ide
  2. Mapping-kan ke dalam tulisan
  3. Praktik dan belajar secara terus-menerus
  4. Baca situasi pasar
  5. Pahami karakteristik pasar
  6. Cari mentor
  7. Banyak bersosialisasi
  8. Perluas networking
  9. Susun strategi

Dan jika semua kiat-kiat di atas tersebut sudah dirasa maksimal, turunkan ekspektasi, tapi pastikan ekspektasi yang kecil berbanding lurus dengan usaha yang besar agar ketika hasil yang diperoleh melebihi ekspektasi, akan penuh rasa syukur dan merasa tidak buru-buru berpuas diri sehingga akan terus merasa kurang dan ingin belajar dan berkembang sehingga selalu ingin memberikan yang terbaik dikemudian harinya.

Sebelum menutup perbincangan, Bilal pun memberikan pesan-pesannya kepada mahasiswa EBS yang ingin mempunyai bisnis dan menekuni dunia bisnis seperti dirinya, yakni, temukanlah passion, lakukanlah sesuatu karena memang kalian merasa pantas melakukannya, karena baginya kesuksesan adalah sebuah kepantasan, jika kita memantaskan diri kita untuk sukses maka cara kerja otak dan tubuh kita akan terus bergerak seirama untuk meraih kesuksesan tersebut.

Jangan mudah berpuas diri, jangan selalu merasa aman, bermimpilah yang besar, berusahalah untuk menggapai mimpi tersebut, selalu mau berusaha, karena siapa kita hari ini adalah siapa kita di beberapa tahun ke depan, bagaimana kita di tahun mendatang adalah karena siapa kita di hari ini. Kejar mimpimu. Jangan lupa selalu komunikasikan apa yang kamu inginkan kepada Allah SWT, mintalah sebanyak mungkin dan berusalah sekuat mungkin, jika tidak sekarang, maka akan terwujud nanti, jika belum terwujud, maka Allah SWT pasti punya keputusan terbaik untuk hidupmu. “Jangan berkata kepada Allah SWT kalau kita mempunyai masalah, tapi katakanlah kepada masalah kalau kita mempunyai Allah” Ujarnya

Semoga semakin banyak mahasiswa dan juga alumni EBS yang menekuni dunia bisnis seperti Bilal Ramdhani, agar EBS dapat melahirkan para generasi emas sebagai pebisnis ataupun profesional di mana ini sesuai pula dengan visi EBS yang ingin menjadi sekolah bisnis terbaik di Indonesia.

Rachmah Dewi

Author Rachmah Dewi

More posts by Rachmah Dewi