ESQ Business School - MENDIDIK PEMIMPIN MASA DEPAN DENGAN KARAKTER DI ESQ BUSINESS SCHOOL

Mendidik Pemimpin Masa Depan dengan Karakter di ESQ Business School

Mendidik Pemimpin Masa Depan dengan Karakter di ESQ Business School

ESQ Business School – Menghadapi persaingan di masa depan yang kian kompetitif, keterampilan yang dibutuhkan untuk tetap “survive” harus selalu ditingkatkan. Di dalam riset yang dilakukan oleh the Institute for The Future (IFTF) disampaikan bahwa dibutuhkan 10 keterampilan yang harus dimiliki untuk mampu survive di masa depan, terutama di tahun 2020.

 

Dari 10 keterampilan tersebut, keterampilan pertama adalah Sense-Making. Sense-Making didefinisikan sebagai kemampuan untuk mendapatkan makna terdalam dari pekerjaan yang kita lakukan.

 

Sebagian besar pekerja hari ini melakukan rutinitas yang sama dari hari ke hari. Bangun pagi, bersiap-siap, berangkat kerja, melakukan aktivitas pekerjaan hingga sore atau malam hari, pulang bekerja dan beristirahat. Setiap hari melakukan hal yang sama. Kemudian menggunakan weekend untuk berlibur. Inilah rutinitas yang dilakukan dari waktu ke waktu, dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun.

 

Sebagian mereka ada yang menjadi profesional, sebagaiannya lagi pengusaha. Kebanyakan dari mereka tidak mengerti untuk apa tujuan mereka hidup, tidak mengerti sepenuhnya untuk tujuan apa ia bekerja selain mencari penghasilan. Karena ketidakpahaman ini, maka banyak ditemukan diantara mereka yang menyalahgunakan profesi untuk kepentingan pribadi mereka.

 

Ada yang menjadi pengusaha kayu tapi gemar menyuap birokrat untuk melancarkan praktek usaha ilegal mereka seperti penebangan hutan. Ada yang jadi profesional tapi menggelapkan uang perusahaan. Ada yang pintar komputer tapi mencuri uang negara dengan kemampuan komputasinya.

 

Beginilah jadinya generasi ke depan kalau hanya kemampuan intelektualnya saja yang dibangun tanpa membangun karakternya. Manusia terdiri dari unsur spiritual, emosional dan fisik. Semuanya harus sama-sama dibangun. Jangan sampai hanya unsur fisik (intelektualnya) saja yang dibangun tapi melupakan unsur emosional dan spiritual.

 

Demikian juga jika pendidikan hanya menekankan unsur intelektual dan emosionalnya dibangun tanpa membangun unsur spiritual. Maka kita akan menemukan orang-orang pintar yang pandai menjalin hubungan untuk memanfaatkan orang lain. Sehingga praktek penipuan banyak terjadi.

 

Generasi yang akan datang tidak hanya raganya saja yang dibangun raganya, emosi dan spiritualnya juga harus dibangun. Makanya kita bisa mengerti mengapa W.R. Supratman ketika membuat lagu Indonesia Raya memasukkan kata-kata “bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”. Karena tidak hanya badan saja yang penting, lebih dari itu jiwa juga sangat penting.

 

Sehingga pola pendidikan kita ke depan harus menitikberatkan pada pendidikan karakter. Kita harus mendidik generasi ke depan agar mereka memiliki spiritualitas yang kuat dan jati diri yang kokoh. Kejujuran (integritas), Semangat (passion), Kreativitas, Rendah Hati (humility) dan Profesionalisme adalah nilai-nilai yang perlu ditanamkan kepada generasi masa depan agar mereka memiliki karakter yang kuat.

 

Sebagai contoh, penanaman karakter di ESQ Business School dimulai dari membangun keyakinan yang benar. Keyakinan yang benar inilah yang menjadi pondasi dalam beraktivitas dan berkarya. Pondasi ini adalah Tauhid, menjadikan seluruh aktivitas yang dilakukan sebagai bentuk ibadah yang diperuntukkan hanya untuk mencari keridhaan Allah.

 

Ketika mahasiswa memahami bahwa hidup dan matinya hanya untuk Allah, bekerja dan aktivitasnya hanya untuk Allah, maka mereka memiliki pondasi keyakinan (aqidah) yang kuat yang akan terpancar dalam karakter mereka.

 

ESQ Business School terus berupaya untuk menjadi Sekolah Bisnis Terbaik Di Indonesia dengan betul-betul menanamkan karakter yang unggul. Disini para calon-calon pemimpin dididik dengan karakter 165, sebuah karakter yang berdasarkan 1 Ihsan, 6 rukun Iman dan 5 rukun Islam. Para mahasiswa ditanamkan agar bersikap ihsan, yang artinya menyadari kehadiran Allah melihatnya dalam seluruh aktivitasnya, dan Allah memberi balasan sesuai yang dikerjakan oleh hamba-Nya. Ketika keyakinan ini tertanam, maka para mahasiswa ini setelah lulusnya akan bekerja dengan hanya mengharapkan ridha Allah dan mengharapkan balasan kebaikan dari Allah dengan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kebaikan manusia.

 

Pada akhirnya nanti jika calon pemimpin ini telah menjadi orang yang bermanfaat, maka mereka akan menjadi pemimpin yang berkarakter, jabatan mereka hanya amanah, perusahaan mereka yang sukses hanya amanah, yang mereka kejar adalah diri mereka dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat manusia. Inilah hasil dari Pendidikan Karakter yang diharapkan dari lulusan ESQ Business School.