Memadukan Ilmu Akademis dengan Life Skill

Pelaksanaan Anchor Project di panti jompo di bilangan Ciracas

Pelaksanaan Anchor Project di panti jompo di bilangan Ciracas

Sudah sangat umum sekarang ini pendidikan tentang kewirausahaan ditanamkan sejak masih di bangku kuliah. Namun yang menjadi persoalan adalah pendidikan tentang kewirausahaan tersebut hanya mengutamakan keuntungan saja. Sebenarnya, dari pendidikan kewirausahaan tersebut tidak hanya untuk mencari keuntungan semata tetapi seharusnya perguruan tinggi juga memberikan pengetahuan, wawasan, dan pengalaman pada mahasiswa tentang bagaimana menumbuhkan dan mengelola spiritualitas, dan juga bagaimana berempati terhadap lingkungan sosial. Maka akan terciptalah para generasi wirausaha muda yang peka terhadap lingkungan sosial sehingga mereka tidak hanya mementingkan keuntungan pribadi tetapi juga kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Selaras dengan itu, ESQ Business School adalah perguruan tinggi yang memadukan antara ilmu akademis dan life skill melalui mata kuliah Anchor Project. Kampus yang berlokasi di Jakarta Selatan tersebut, mengembangkan mata kuliah Anchor Project yang menjadi salah satu sarana dalam pembentukan karakter mahasiswa. Isi dari mata kuliah ini terdiri dari tiga bagian yaitu, Anchor Project yang bermuatan spiritual, sosial masyarakat, dan kewirausahaan. Hal ini sesuai dengan visi dari ESQ Business School, yaitu untuk mencetak calon pemimpin yang berkarakter unggul untuk menciptakan perubahan bagi bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Baru-baru ini, kegiatan mahasiswa pada mata kuliah Anchor Project adalah dengan mengirimkan perwakilan mahasiswa ESQ Business School dari Prodi Manajemen dan Sistem Informasi pada acara Asean Learning Network – Social Enterprise for Economic Development (ALN – SEED) di Pengalengan, Jawa Barat. Kegiatan tersebut merupakan acara rutin yang diselenggarakan oleh ALNC, yang dimotori oleh ITB dengan St. Gallen University (Swiss), dan beranggotakan Universitas-Universitas di kawasan ASEAN, meliputi Filipina, Malaysia, Thailand, dan lain-lain. Sebelumnya terdapat beberapa kegiatan sejenis, contohnya Social Mapping pada masyakarat di sekitar Menara 165, acara pendampingan Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya 3 yang berlokasi di Ciracas Jakarta Timur, dan di SOS Children Village di Cipayung Jakarta Timur.

Diharapkan dengan kegiatan-kegiatan tersebut, kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan sosial dapat terasah, begitujuga dengan kemampuan untuk mulai memikirkan tentang kegiatan pemberdayaan masyarakat yang mengacu pada nilai-nilai lokal masyarakat, spiritual, dan semangat sosial.

TAGS: