Kuliah Umum: Kesempatan Emas bagi Generasi Emas

Narasumber : Bapak Muhammad al-Arif  (Senior Officer World Bank)

 Kuliah Umum: Kesematan Emas untuk Generasi Emas

Pada hari Selasa, 04 Februari 2014, mahasiswa ESQ Business School diajak untuk berkelana dengan mesin waktu untuk melihat Indonesia pada tahun 2020 sampai 2050 oleh Bapak Muhammad Al-Arif sebagai Senior Officer World Bank yang saat ini bertugas di Washington DC dan juga selaku ketua FKA-ESQ DPW Amerika Serikat.

Ulasan menarik beliau melihat Indonesia berdasarkan kajian kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang (SWOT). Krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1998 merupakan titik awal perjalanan kuliah umum ini. Dalam analisis Bank Dunia, Indonesia merupakan negara ketiga yang mengalami pemulihan kondisi ekonomi tercapat dalam 12 tahun setelah Cina dan India. Posisi rasio utang Indonesia berada dalam kondisi baik yang berada pada kisaran <30%. Faktor penting lain yang menjadi keunggulan Indonesia adalah dari sisi demografi, beliau mencontohkan perbandingan antara Indonesia dan Jepang, dimana jumlah populasi muda di Indonesia mencapai 26.7%  sebagai modal pembangunan namun kondisi berlawanan terjadi di Jepang dimana saat ini jumlah penduduk non produktif semakin besar. Dilihat dari grafik angka kemiskinan, penurunan terjadi dalam 10 tahun terakhir yang menandakan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Penyerahan cindra mata oleh CEO ESQ Business School

Penyerahan cindra mata oleh CEO ESQ Business School

Faktor kelemahan yang harus diperhatikan dan menjadi tantangan bagi mahasiswa ke depan dan mendorong pemerintah untuk andil adalah peningkatan sarana infrastruktur, jumlah investasi asing secara langsung (Foreign Direct Investment), kondisi politik dan masalah sebaran konsentrasi sentra ekonomi yang hanya terpusat di pulau Jawa.

Ancaman yang saat ini dihadapi dan harus dihilangkan di Indonesia adalah factor ekonomi biaya tinggi yang menjadi beban bagi dunia industri sehingga produk-produk yang dihasilkan tidak mampu bersaing dengan negara lain. Kebijakan pemerintah terkait alokasi subsidi yang tepat serta peningkatan investasi bidang social seperti pembangunan sekolah dan pengobatan juga harus ditingkatkan sehingga kualitas SDM meningkat.

Disampaikan oleh bapak Arif, peluang bagi mahasiswa lulusan ESQ-BS, yang memiliki kompetensi sebagai Entrepreneur adalah Indonesia merupakan negara yang diberikan berkah luar biasa oleh Allah SWT, namun belum dikelola secara maksimal. Untuk itu mahasiswa harus mampu menciptaan lapangan kerja, untuk dapat meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan bukan hanya diri sendiri namun juga masyarakat dan negara Republik Indonesia dengan kunci think global, inovasi dan integrity.

Menuju Indonesia Emas 2020 dan Indonesia Adidaya 2050.

ldi

TAGS: