ESQ Business School - Kolaborasi Dosen, Trainer dan Mentor Didik Mahasiswa ESQ Business School agar Siap Bersaing

Kolaborasi Dosen, Trainer dan Mentor Didik Mahasiswa ESQ Business School agar Siap Bersaing

Kolaborasi Dosen, Trainer dan Mentor Didik Mahasiswa ESQ Business School agar Siap Bersaing

ESQ Business School – Kita mungkin pernah mendengar seorang guru yang menghakimi siswa didiknya sebagai anak yang bodoh. Dengan kebodohan yang dilekatkan pada siswanya, si guru menghukum bahkan mengeluarkan si anak dari kelas.

 

Situasi seperti itu pun pernah dialami oleh seorang anak yang lahir dengan kemampuan biasa-biasa saja. Ia tidak memiliki kecerdasan khusus seperti anak lainnya. Saat belajar di sekolah, ia tidak mampu mengikuti pendidikan yang diajarkan di sekolahnya sehingga ia selalu mendapat nilai buruk. Bahkan pada akhirnya sekolah tempat ia belajar mengirimkan surat kepada ibu anak tersebut untuk mengeluarkannya dari sekolah.

 

Si Ibu tidak menyerah dengan keadaan yang ada. Meskipun pihak sekolah sudah mengklaim bahwa anaknya bodoh, namun si Ibu tetap berkeyakinan bahwa anaknya adalah anak yang cerdas. Akhirnya ia mendidik sendiri anaknya dan menanamkan keyakinan kepada anaknya bahwa ia adalah orang yang sangat jenius sehingga sekolahnya tak mampu untuk mendidiknya.

 

Keyakinan yang ditanamkan terus menerus kepada anaknya tersebut akhirnya menghasilkan seorang penemu besar dunia. Berkat penemuannya, dunia tak lagi gelap gulita di malam hari. Dialah Thomas Alfa Edison.

 

Demikianlah adanya bahwa pada dasarnya semua anak dilahirkan dengan kecerdasannya masing-masing. Allah subhanahu wa ta’ala telah memberikan kelebihan pada makhluk ciptaan-Nya yang bernama manusia ini. Namun dalam prosesnya, siswa-siswa ini mengalami proses yang berbeda satu dengan yang lainnya dan peran guru sangat berpengaruh dalam pembentukan proses pendidikan ini.

 

Layaknya ibu Thomas Alfa Edison, maka seorang guru hendaklah melihat kecerdasan anak didiknya dengan pendekatan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ada siswa yang cerdas dalam hal logika, namun tidak dalam bahasa. Ada yang cerdas dalam bahasa namun tidak dalam kinestetik dan seterusnya.

 

Peran guru saat ini menjadi sangat kompleks. Dengan perkembangan teknologi dan media pembelajaran, seorang guru harus bisa menyampaikan materi dari sisi konsep dan teori dengan “fun”. Seorang guru juga harus mampu membangkitan motivasi anak didiknya untuk inisiatif terus belajar secara mandiri dan mengembangkannya. Dan seorang guru harus mampu memberikan contoh secara praktis bagaimana menerapkan ilmu yang diajarkan di ruang kelas.

 

Inilah tantangan guru hari ini. Proses pembelajaran di ESQ Business School saat inipun mengacu pada perkembangan tersebut. Tim Pengajar di ESQ Business School secara keseluruhan memadukan kolaborasi tim dosen, trainer dan mentor.

 

Tim Dosen memberikan landasan teori dan konsep serta studi kasus dari literatur buku, jurnal dan referensi lainnya. Penyampaian materi dari dosen ke mahasiswa pun menggunakan metode SKI (Spiritual, Kreativitas dan Intelektual). Pengetahuan dasar ini belum memadai untuk membekali mahasiswa mampu menerapkan ilmunya. Untuk mengasah soft skillnya, Tim Trainer dari ESQ Leadership Center pun dilibatkan.

 

Para Trainer ikut mendidik mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan soft skills-nya seperti Public Speaking, Quantum Excellence dan training soft skills lainnya yang bisa diikuti oleh mahasiswa. Sebagai contoh salah seorang trainer yang bernama Rendy Yusran. Ia adalah expert dan praktisi di  bidang Public Speaking. Lewat pengalamannya sebagai penyiar radio, trainer dan public speaker, ia mengajarkan kepada para mahasiswa bagaimana menjadi seorang public speaker yang luar biasa.

 

Selanjutnya setelah mahasiswa mendapatkan ilmu tentang teori dan soft skills, mereka masih perlu mendapatkan bimbingan dari Mentor yang sudah berhasil agar mampu menerapkan ilmu mereka di dunia nyata. Untuk urusan mentoring, ESQ Business School mendapat dukungan langsung dari ESQ Group yang di dalamnya banyak industri. Sebagai contoh ESQ Tours and Travel yang baru mendapatkan penghargaan sebagai Operator Umrah dan Haji terbaik di Indonesia tahun 2016, atau di industri lainnya seperti Property, Training, Konsultan dan sebagainya.

 

Perpaduan tim pengajar dari dosen, trainer dan mentor ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas ilmu yang diterima oleh mahasiswa, sehingga mahasiswa ESQ Business School pada saatnya nanti akan mampu bersaing dengan lulusan dari dalam dan luar negeri karena mereka telah mendapatkan bekal dari kombinasi tim pengajar tersebut.

 

Hal ini sejalan dengan visi ESQ Business School yaitu menjadi Sekolah Bisnis Terbaik di Indonesia yang mencetak para lulusannya menjadi pemimpin berkarakter dan berkelas dunia.