Kisah Inspiratif dari 2 Mahasiswa EBS yang Ikuti “Bootcamp for Young Technopreneur 2019”

Kisah Inspiratif dari 2 Mahasiswa EBS yang Ikuti “Bootcamp for Young Technopreneur 2019”

Kisah Inspiratif dari 2 Mahasiswa EBS yang Ikuti “Bootcamp for Young Technopreneur 2019”

ESQ Business School –  Masa muda adalah masa yang paling tepat untuk memperbanyak melakukan kegiatan yang memberikan kontribusi bermanfaat bagi sesama. Akan sangat merugi apabila masa muda yang kita punya tidak dipakai untuk melakukan kebaikan.

Selaras dengan hal tersebut, dua mahasiswa ESQ Business School (EBS) yaitu Mayolla Suci Eksa dari program studi Bisnis Manajemen yang saat ini tengah duduk di semester 7 dan Muhammad Sidik Purba dari program studi Sistem Informasi yang saat ini tengah duduk di semester 5 melaksanakan kegiatan “Bootcamp for Young Technopreneur 2019 di Desa Doplang, Boyolali yang kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 27-30 oktober 2019.

Kegiatan ini sangat relevan dengan entrepreneur, mereka tertarik karena kegiatan ini langsung terjun ke UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) untuk belajar dan menciptakan inovasi yang merupakan tools untuk create problem solving untuk UMKM.

Lebih lanjut, mereka juga mengatakan bahwa cara mengikuti kegiatan ini adalah terlebih dahulu melewati proses seleksi yaitu dimulai dengan tahap pengisian form dan questioner, setelah itu mereka ditantang  untuk membuat campaign “No Food Waste” di sosial media. Setelah itu dari 200 peserta terpilih 30 orang untuk mendapatkan beasiswa “Bootcamp for Young Technopreneur” di Boyolali.

Sebelum mengikuti kegiatan tersebut, mereka juga berkata bahwa persiapan mereka adalah dari segi mental spiritual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan intelektual. Karena mereka datang kesana untuk merasakan empati, memposisikan diri sebagai pemilik UMKM, dan merasakan pembuatan produk dari bahan mentah hingga siap jual.

Kisah Inspiratif dari 2 Mahasiswa EBS yang Ikuti “Bootcamp for Young Technopreneur 2019”

Kisah Inspiratif dari 2 Mahasiswa EBS yang Ikuti “Bootcamp for Young Technopreneur 2019”“Intinya kita datang kesana dengan keadaan Zero, benar-benar ingin belajar dengan penggerak usaha di sana, agar kita bisa merasakan dan menemukan akar permasalahannya dimana, sehingga menciptakan inovasi yang sangat membantu dan benar-benar dibutuhkan untuk pemecahan masalah UMKM tersebut.” Tutur Mayolla dan Sidik.

Di sana mereka diberikan materi tentang bagaimana pentingnya berempati serta design thinking sebagai cara untuk menciptakan inovasi yang dibutuhkan UMKM untuk menyelesaikan masalahnya. Selain itu kita juga diajarkan untuk mengubah mindset tentang sampah, karena Desa Doplang terkenal dengan lingkungan yang asri dan pandai dalam mengolah sampah, Sehingga sampah dijadikan produk olahan krratif rumah tangga yang bisa diperjualbelikan.

Manfaat yang mereka dapatkan dari mengikuti kegiatan ini adalah mereka merasakan pentingnya untuk berempati kepada siapa saja, agar apa yang mereka perbuat berdampak untuk orang lain tidak hanya untuk diri kita sendiri, serta mereka menjadi semakin bersemangat untuk melakukan perubahan, take action, jangan terlalu berpikir untuk melakukan sesuatu yang besar, karena hal yang besar itu dimulai dari langkah sederhana yang memberikan dampak yang luar biasa kepada orang-orang di sekitar mereka.

Kisah Inspiratif dari 2 Mahasiswa EBS yang Ikuti “Bootcamp for Young Technopreneur 2019”

Rachmah Dewi

Author Rachmah Dewi

More posts by Rachmah Dewi