Inilah 5 Sikap Pengusaha Sukses

Inilah 5 Sikap Pengusaha Sukses

ESQ Business School – Pengusaha merupakan salah satu indikator penentu majunya perekonomian suatu bangsa. Mengacu pada indikator World Bank, bahwa 4 % adalah jumlah yang disyaratkan untuk suatu Negara dapat bersaing pada era perdagangan saat ini. Mengutip hal yang disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Tempo.com, 2016), Indonesia membutuhkan 1, 7 juta pengusaha untuk menuju angka 2%, dan 5,8 juta pengusaha muda untuk menuju 4%.

 

Besarnya angka yang disampaikan diatas tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para generasi muda. Konsep pengusaha dalam gambaran generasi muda adalah sosok yang penuh kesenangan dengan segala kepemilikan materi yang berlimpah. Namun di balik itu, segala usaha, perjuangan, jatuh bangun, konflik, perseteruan dagang dan hal lain tidak tergambar dalam keseharian. Sebut saja sosok Presiden Amerika ke-45, Donald Trump, dengan latar belakang pengusaha yang mengalami beberapa kali kebangkrutan dalam usahanya. Tapi kemudian terus merintis dan usahanya terus berkembang hingga saat ini.

 

Apakah rahasia dibalik keberhasilan itu? Atau apakah yang harus dipersiapkan oleh para calon pengusaha muda untuk dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan Indonesia?

 

Mengutip dari tulisan Robert Kiyosaki (the author of Rich Dad Poor Dad and Educational Entrepreneur, co-creator of the Cashflow® board game), untuk meraih kesuksesan sebagai Pengusaha, harus memiliki 5 sifat dibawah ini:

 

1. Berbeda (Be a Contrarian)
Dalam kehidupan selalu ada 2 sisi, yaitu baik buruk, untung rugi, kelebihan kekurangan, dan sebagainya. Menjadi karyawan tentu enak, karena dengan performa dan prestasinya tentu akan mendapat kompensasi rutin dari perusahaan. Sisi negatifnya adalah jika perfoma tidak bagus, maka posisi dan pekerjaan karyawan tersebut yang terancam digantikan oleh orang lain.
Sementara seorang pengusaha, bukan hanya melihat kepada dirinya, namun juga berfikir tentang kemajuan perusahaan, karyawan dan keluarganya, serta masyarakat umum. Tentunya menjadi tantangan yang lebih berat, bukan?
Untuk itu, Seorang pengusaha sukses selalu melihat secara holistic. Pengusaha tidak senag berada dalam “status quo”. Dalam setiap sudut pandang selalu ada peluang yang akan mendatangkan keuntungan atau manfaat bagi dirinya, perusahaan dan masyarakat umum.

 

2. Bekerja adalah Bermain (Draw no distinction between work and play)
Membangun suatu usaha pastinya memerlukan energi dan usaha berlipat ganda.
Seorang karyawan akan melihat pekerjaan sebagai bagian terpisah untuk mendapatkan keinginan mereka sebenarnya. Karena itu momen akhir pekan atau long weekend merupakan hal yang sangat dinantikan untuk menghilangkan kepenatan bekerja.
Di lain sisi, pengusaha melihat pekerjaan sebagai suatu kegiatan yang tidak terpisah dengan durasi waktu, tenaga dan usaha yang lebih dibandingkan karyawan. Bekerja adalah bermain yang penuh dinamika dan tantangan menyenangkan dalam kehidupan. Setiap tantangan memberikan semangat baru yang membuat permainan menjadi semakin menyenangkan.
Kenyataan yang harus dihadapi, jika Anda tidak siap dan tidak mau bekerja keras, maka kesuksesan sebagai pengusaha menjadi tantangan berat.

 

3. Berfikir melalui visualisasi bukan detil (Think in PATTERNS, not in details)
Saat Steve Jobs menciptakan iMovie, dalam rapat pertama bersama tim Apple dimana setiap individu telah menyiapkan hal detil yang akan dipresentasikan mulai dari perencanaan sampai eksekusi, Steve Jobs masuk ke ruang rapat dan langsung menuju ke whiteboard. Beliau langsung menggambar prototype sebuah video player. Dia menggambarkan interaksi dan kelebihan dari produk tersebut. Steve Jobs berkata kepada seluruh tim “This is what we’re building”. Steve Jobs menterjemehkan keinginan dari konsumen ke dalam video player tersebut. Bukan hal-hal kecil yang menjadi fokus utama, tapi “VISUALISASI” sebagai pendorong kearah detil. Inilah yang digunakan oleh para pengusaha sukses!

 

4. Jadilah Manajer (Act as a General Manager)
Dalam olahraga, tugas utama Manager membentuk dan membangun tim yang sukses. Sebaik apapun pelatih, jika manager tidak melakukan pekerjaannya dengan baik maka timnya akan gagal. Dalam bisnis, seorang pengusaha harus menjadi Manager. Bukan hanya fokus pada perencanaan dan pengelolaan, tapi yang utama adalah menemukan talenta dalam setiap individu dan membangkitkan talenta tersebut untuk meraih visi.
Dalam materi Rich DAD, bisnis dan kehidupan adalah seperti tim olahraga. Tanpa tim yang hebat maka usahanya akan runtuh. Temukan dan bangkitkan setiap talenta dalam diri tim Anda!

 

5. Tujuan (Have a higher purpose)
Apakah tujuan Anda menjadi seorang pengusaha?
Seorang pengusaha akan sering menghadapi situasi menantang dan tidak jarang akan menghadapi masa sulit dalam bisnis. Jika tujuan hanya sebatas uang, maka pada saat sulit dimana seorang pengusaha bisa jadi kehilangan harta benda termasuk uang adalah ujian terberat dan bias jadi Anda berfikir kegagalan.
Tapi jika Anda memiliki tujuan yang sangat besar dan bermanfaat bagi umat, maka kesuksesan adalah milik Anda. Dalam konteks islami, tujuan berusaha adalah “Rahmatan Lil Alamin” atau bermanfaat bagi umat.

 

Penulis: Leli Deswindi, MM

Sumber: www.richdad.com (diakses pada Selasa, 17 Januari 2017)

Facebook