Hadirnya Cabang Olahraga “e-Sport,” Banyak Menyita Perhatian Kaum Millennials untuk Menekuni Peminatan “Game Technology” di Bangku Kuliah

Hadirnya Cabang Olahraga “e-Sport,” Banyak Menyita Perhatian Kaum Millennials untuk Menekuni Peminatan “Game Technology” di Bangku Kuliah

Hadirnya Cabang Olahraga “e-Sport,” Banyak Menyita Perhatian Kaum Millennials untuk Menekuni Peminatan “Game Technology” di Bangku Kuliah

ESQ Business School – Berbicara mengenai generasi millennials dan segala problematikanya memang selalu menjadi bahasan yang menarik untuk ditelusuri lebih dalam. Kita bisa melihat bahwa dewasa ini, para generasi millennials disebut juga sebagai digital native, yang artinya adalah hampir semua aktivitas mereka ditunjang oleh digital dan internet.

Untuk itulah, karena sekarang kemajuan di dunia teknologi dan informasi juga telah berkembang dengan sangat pesat, profesi-profesi di dunia teknologi dan informasi juga semakin banyak digandrungi oleh generasi-generasi millennials. Contohnya adalah banyak generasi millennials yang saat ini menekuni jurusan Information Technology (IT) dengan peminatan Game Technology di bangku kuliah. Karena menurut survei, berdasarkan data yang dilansir dari situs newzoo.com, Indonesia memiliki jumlah gamer sebanyak lebih dari 43 juta pemain, di mana 56% didominasi oleh kaum laki-laki dengan rentang usia antara 21-35 tahun.

Jika menurut orangtua, bermain game itu hanya akan berdampak buang-buang waktu, maka di era sekarang, game bisa jadi bidang yang dapat menghasilkan jika benar-benar diseriusi Seiring perkembangan teknologi gadget, berbagai jenis game bermunculan dan mendorong bertambahnya jumlah gamers di Indonesia. Kemajuan teknologi yang semakin berkembang ini, juga turut dirasakan di ajang Asian Games 2018 kemarin. Sedikit kita flashback ke momen tersebut, di mana Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan pesta olahraga terbesar se-Asia itu. Berbagai cabang olahraga dipertandingkan dalam ajang ini, salah satu cabang olahraga yang paling unik adalah e-Sport. Bagi sebagian kalangan, mungkin masih asing mendengar cabang olahraga ini. Ya, e-Sport atau olahraga elektronik menjadi cabang olahraga baru dengan status ekshibisi di ajang Asian Games 2018 kemarin. Cabang olahraga ini menjadi sorotan masyakarat khususnya bagi generasi millennials.

Menurut informasi yang dilansir dari website Kumparan.com, sebelum dipertandingkan di ajang Asian Games di Jakarta-Palembang 2018 lalu, e-Sport hanya oleh para organisasi non-olahraga ataupun hanya sebatas di komunitas saja, untuk itulah masuknya e-Sport ke ajang Asian Games kemarin memberikan pembuktian bahwa e-Sport termasuk olahraga yang kompetitif di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat dewasa ini. Menurut info yang dilansir oleh Kumparan.com pula, pada perhelatan Asian Games 2018 kemarin, Kategori pada cabang olahraga eSport di Asian Games 2018 dipilih berdasarkan enam game online, adapun game online yang dipertandingan tersebut antara lain: Clash Royale, League of Legends, Arena of Valore, Starcraft II, Hearthstone, dan Pro Evolution Soccer (PES) 2018. Federasi Olahraga Elektronik Asia atau Asian Electronic Sports Federation (AESF) yang memilih keenam game tersebut, di mana AESF itu berkata e-Sport tetap harus mempromosikan integritas, etika, serta permainan yang adil.

Untuk itulah, ESQ Business School (EBS) yang memiliki visi sebagai sekolah bisnis terbaik di Indonesia, di mana saat ini, dalam Program Studi Ilmu Komputer menyelenggarakan pendidikan untuk mahasiswa yang memiliki peminatan khusus di bidang Creative Multimedia dan Game Technology. Melihat fenomena e-Sport yang semakin berkembang ini, tentunya akan memicu semangatmu  untuk menjadi seorang yang menekuni peminatan pada Game Technology, bukan? Jika kamu adalah seorang yang kreatif, inovatif, dan mempunyai hobi bermain games mengapa tidak mengubah hobimu menjadi karir yang cemerlang? Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menggali potensi kamu sebagai Game Developer! ESQ Business School (EBS) juga mempunyai keunggulan pendidikan berbasis karakter, di mana bagi kami, kesuksesan itu bukan hanya berfaktor dari segi intelektual saja, tapi juga berfaktor dari segi emosional dan spiritual.

Selain itu, pengajaran di ESQ Business School (EBS) berbasis metode Spiritual, Kreativitas, dan Intelektual (SKI). Untuk itulah program studi Ilmu Komputer di ESQ Business School siap melahirkan seorang Game Developer yang mempunyai karakter unggul untuk menjadi generasi emas di kemudian hari. Jangan lewatkan kesempatan mengikuti tes gelombang 2 untuk program studi Ilmu Komputer di ESQ Business School pada tanggal 26 Januari 2019, ya! Info lebih lengkap silakan hubungi Admin di nomor 081911000165.

*Sumber gambar headline: Foto dari Kompas.com

Rachmah Dewi

Author Rachmah Dewi

More posts by Rachmah Dewi