Faktor Pendorong di Balik Keberhasilan Bisnis Para Mahasiswa EBS

Faktor Pendorong di Balik Keberhasilan Bisnis Para Mahasiswa EBS

Faktor Pendorong di Balik Keberhasilan Bisnis Para Mahasiswa EBS

ESQ Business School – Sudah sepatutnya ada sesuatu dibalik terjadinya sebuah kejadian, baik itu yang baik, ataupun buruk. Begitupun juga tentang sebuah keberhasilan yang diraih, pasti memiliki cerita panjang tentang perjuangan yang penuh makna.

Masa-masa dimana merintis sebuah mimpi, menjalani proses, menghargai proses adalah kunci dari sebeuh keberhasilan. Ilmu dan pengetahuan mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan bisnis yang dijalani ikut memberi pengaruh dalam terciptanya keberhasilan. Hal ini juga dirasakan orang-orang sukses yang berada di seluruh Dunia, termasuk Indonesia. Bahkan ada sebagian dari mereka yang beranggapan bahwa keberhasilan yang dimiliki masih belum pantas membayar pengalaman-pengalaman dimasa merintis, menjalani, dan mengelola bisnisnya.

Inilah pentingnya proses, banyak faktor didalamnya. Salah satu contoh adalah faktor pendorong dikala kita sedang mengalami drop atau jatuh, di fase inilah seorang pengusaha biasanya sudah bisa menentukan apakah lebih mengarah pada keberhasilan atau kegagalan.

Hasil yang akan didapat ditentukan oleh sikap yang diambil, skill dan strategi keberhasilan bisnis sangat memengaruhinya. Hal ini juga dirasakan oleh seluruh mahasiswa ESQ Business School (EBS) yang sudah memiliki bisnis walau status mereka masih mahasiswa atu pelajar. Tidak sedikit mahasiswa EBS yang memiliki bisnis diluar kegiatan kuliahnya. Metode belajar yang mereka dapat mendorong mereka untuk lebih talk less do more, artinya kreativitas yang ada harus diimplementasikan menjadi sebuah tindakan nyata.

Saat ini, cukup banyak mahasiswa-mahasiswi EBS yang memiliki bisnis walaupun mereka masih duduk di bangku kuliah. Di antara bisnis mereka yaitu: Wakarsas Indonesia, Navigasi Coffee, Infinity Coffee, Colorfull Indonesia, Centimeter, “Mbakayune” Sambal, dan lain sebagainya. Mengapa mereka bisa membangun bisnis?

Karena mereka dibangkitkan passion-nya, ditemukan “Grand Why”-nya mengapa mereka berbisnis, mereka di sini juga diciptakan bagaimana cara cerdas dalam spiritual berbisnis, dibangun dengan kreativitas bisnis, dan dilengkapi dengan intelektual bisnis yang melalui pendekatan entrepreneurship, business creation, dan business development. Mulai dari ide, validasi ide, validasi market, dibuat model bisnisnya, dibuat prototype bisnisnya, bertemu dan deal dengan investor sehingga bisnis mereka bisa berjalan dengan baik.

EBS memiliki metode pembelajaran yang berbasis Spiritualitas, Kreativitas, dan Intelektualitas. Pondasi yang diterapkan pada mahasiswanya adalah belief, nasionalisme dan keyakinan spiritualitas. Dengan begitu lulusan EBS akan berbuat sesuai rule dan kodrat yang semestinya, menjauhkan dari yang dilarang dan menjunjung nilai-nilai sosial yang sangat tinggi.

Inilah salah satu faktor pendorong kreativitas mahasiswa yang sebagian besar telah terlahir di dunia bisnis, berperan dalam perkembangan ekonomi Indonesia, menjadi wadah dalam memberi peluang lapangan pekerjaan dan memangkas angka pengangguran. Hal ini sejalan dengan visi yang dimiliki EBS yaitu menjadi sekolah bisnis terbaik di Indonesia.

Rachmah Dewi

Author Rachmah Dewi

More posts by Rachmah Dewi