ESQ Business School dan ALN Ciptakan Social Entrepreneur Hadapi AEC 2015

ALNC meeting filipina

Perdagangan bebas dan pasar tunggal kawasan Asia Tenggara dalam kerangka ASEAN Economic Comumnity (AEC) 2015 sudah di depan mata. Hal tersebut menjadi tantangan bagi negara-negara anggota ASEAN terutama bagi para pebisnis dan pelaku industri. Akankah AEC 2015 menjadi peluang bagi mereka? Ataukah hal ini menjadi ancaman bagi bisnis dan industri mereka?

Bertempat di Manila, Filipina pada tanggal 3-5 Agustus 2014 yang lalu, telah diselenggarakan pertemuan rutin para anggota ASEAN Learning Network Council (ALNC) untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan program kerja ALNC. ALN didirikan pada tahun 2009 oleh ITB (Indonesia), San Beda College (Filipina), Banking University of Technology of Ho Chi Minh City (Vietnam), Universiti Malaysia Kelantan (Malaysia), dan University of St Gallen (Swiss). Tujuan utama organisasi ini adalah menjalin kolaborasi pengalaman pembelajaran di antara perguruan-perguruan tinggi di ASEAN dan rekan komunitas mereka, khususnya di bidang kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) melalui pengajaran, penelitian, dan pengembangan manajemen. ESQ Business School telah resmi menjadi anggota ALNC sejak tahun 2013 silam.

“Salah satu hal yang dibahas dalam rapat adalah program SEED (Social Enterprise for Economic Development), suatu program yang mencoba untuk meningkatkan kehidupan dan perekonomian masyarakat dengan menciptakan para wirausaha sosial (social entrepreneur), di mana perguruan tinggi yang tergabung dalam ALN menjadi fasilitatornya”, papar Suryo Widiantoro, Chief Academic Officer ESQ Business School yang menjadi wakil dalam pertemuan tersebut. Lebih lanjut lagi Suryo menjelaskan ESQ Business School sendiri juga telah mulai mengembangkan program Anchor Project yang memiliki misi serupa dengan program SEED.

Dalam kaitannya dengan ASEAN Economic Community yang akan diberlakukan pada tahun 2015 yang akan datang, baik program Anchor Project maupun program SEED mencoba untuk memberdayakan masyarakat, khususnya masyarakat kecil, agar dapat bangkit dan menjadi wirausaha sosial yang tangguh, mandiri, dan mampu bersaing di pasar global. Untuk itu mahasiswa ESQ Business School dididik dan dibina untuk memiliki kepekaan sosial melalui metode pembelajaran SKI yang menggabungkan aspek spritualitas, kreatifitas, dan intelektualitas sehingga dapat menjadi agen perubahan dan agen penggerak yang dapat membangkitkan ekonomi masyarakat disekelilingnya untuk menghadapi persaingan global yang sudah di depan mata.

TAGS: