Badan Narkotika Nasional (BNN) Berikan Pemahaman Mengenai Narkoba Kepada Mahasiswa ESQ Business School

Bapak Gun Gun sedang menyampaikan seminar

Bapak Gun Gun sedang menyampaikan seminar

Pada 4 Februari 2014, bertempat di Auditorium ESQ Business School, Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan seminar mengenai pemahaman terhadap bahaya narkoba kepada Mahasiswa ESQ Business School. Seminar tersebut disampaikan oleh Drs. Gun Gun Siswadi,M.Si selaku Direktur Diseminasi Informasi BNN.

Dalam Pemaparannya, tingkat rata-rata prevelensi penyalahgunaan narkotika setiap tahunnya terus meningkat pada tahun 2013  sebesar 2,8 % (bertambah 4 juta). Dalam pemetaan prevelensi penyalahgunaan narkoba dari  penelitian terakhir yang dilakukan BNN tahun 2011 berdasarkan provinsi Jakarta menduduki peringkat pertama disusul Kepri serta Kaltim diperingkat 2 dan 3. Dari keseluruhan kasus, 70% penyalahgunaan berada di lingkungan kerja dan 22% di lingkungan siswa.

Dari latar belakang pendidikan, tersangka penyalahgunaan narkoba terbesar adalah lulusan SMA yaitu sebesar 111.904 orang atau 60,13% dan lulusan SMP sebesar 46.230 atau 24,84% (berdasarkan data 2008 – 2012). “Faktor utama yang membuat orang terjerat narkoba adalah rasa ingin tahu dan coba-coba, selain itu faktor lingkungan pergaulan juga menjadi penyebab utama”, papar bapak Gun Gun.

Bapak Gun Gun menekankan pula mengenai bahaya dari narkoba itu sendiri terhadap kesehatan. Di Indonesia seiap hari 50 orang meninggal akibat dari narkoba. Beliau juga berpesan agar mahasiswa mawar diri dan berhati-hati dalam bergaul. Karena mahasiswa merupakan masa transisi dari masa pendewasaan yang menginginkan tampil beda sehingga jangan sampai terjerumus untuk mencoba narkoba karena ingin terlihat gaul.

Dalam akhir pemaparannya, bapak Gun Gun menegaskan peran mahasiswa dalam upaya memnanggulangi penyalahgunaan narkoba.Karena upaya pemberantasan peredaran narkoba tidak mungkin terlaksana hanya dengan mengandalkan BNN. Seluruh elemen masyarakat terutama mahasiswa harus turut berpartisipasi. “Mahasiswa harus ikut berperan dalam mengatasi penyebaran narkoba minimal dari diri sensiri yaitu dengan tidak menggunakan narkoba”, tegasnya.

Mahasiswa juga diharapkan menjadi narasumber dan penyuluh mengenai mengenai penyalahgunaan narkoba. Mahasiswa dengan suka rela menyampaikan mengenai bahaya narkoba kepada mahasiswa lain maupun kepada masyarakat umum.

TAGS: