Alasan di Balik Mengapa Pendidikan Karakter Penting Diajarkan di Dunia Perkuliahan

Alasan di Balik Mengapa Pendidikan Karakter Penting Diajarkan di Bangku Kuliah

Alasan di Balik Mengapa Pendidikan Karakter Penting Diajarkan di Dunia Perkuliahan

ESQ Business School – Pada zaman sekarang ini, pendidikan yang tinggi seakan dianggap tidak berpengaruh dengan kualitas individu seseorang. Orang yang berpendidikan tinggi tidak ada bedanya dengan orang yang berpendidikan rendah. Bahkan, orang yang berpendidikan tinggi kecerdasannya hanya untuk “membodohi” orang yang kurang berpendidikan.

Karena untuk menjadi seseorang yang sukses di masa depan, kecerdasan intelektual saja tidak cukup, tapi juga kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual harus dimiliki.

Pencapaian intelektualitas dan nilai-nilai akademik harus dibarengi dengan penanaman moral serta karakter yang juga baik. Sebagai mahasiswa juga harus memiliki kemampuan untuk bisa selalu memiliki sifat-sifat jujur, ikhlas, berorientasi kepada pengabdian, dan juga rendah hati

Pendidikan bukan hanya menggarap kecerdasan pikir seseorang saja, tetapi juga menggarap keterampilan dan karakter atau perilaku seseorang. Maka dari itu, pendidikan karakter untuk saat ini sudah seharusnya dijalankan melihat kenyataan yang ada saat ini serta sudah saatnya pendidikan karakter diajarkan di bangku sekolah juga diajarkan oleh keluarga di rumah.

Inilah yang menjadi landasan dari ESQ Business School (EBS) sebagai Sekolah Bisnis Terbaik Di Indonesia untuk menciptakan lulusan yang tangguh dan berkarakter. Kurikulum yang dikembangkan akan menjadi pondasi yang kuat bagi mahasiswa untuk meraih keberhasilan berkelanjutan. Karena sesungguhnnya faktor untuk meraih kesuksesan, bukan hanya dilihat dari kecerdasan intelektual saja, tapi juga berasal dari kecerdasan secara emosional dan kecerdasan spiritual. Hal ini sama halnya dengan yang dikemukakan dari Psikolog Daniel Goleman bahwa faktor penentu kesuksesan, sebanyak 20% berasal dari faktor intelektual dan selebihnya sebanyak 80% berasal dari faktor emosional dan spiritual.

Sumber referensi: Brillio.net