Acara “CEO Talk” Sukses Berikan Edukasi dan Inspirasi bagi Para Mahasiswa EBS Cara untuk Membangun Konsep Diri Menghadapi “Industri 4.0” 

Acara "CEO Talk" Sukses Berikan Edukasi dan Inspirasi bagi Para Mahasiswa EBS Cara untuk Membangun Konsep Diri Menghadapi "Industri 4.0"

Acara “CEO Talk” Sukses Berikan Edukasi dan Inspirasi bagi Para Mahasiswa EBS Cara untuk Membangun Konsep Diri Menghadapi “Industri 4.0”

ESQ Business School – Sejatinya begitu banyak orang yang ingin berhasil dalam kehidupannya. Ada yang menginginkan kariernya berhasil, ada yang berpandangan berhasil itu jika banyak uang, atau bahkan berpendapat berhasil itu jika telah menaklukkan berbagai tantangan. Perbedaan ini tidak bisa menjadi perdebatan karena kebutuhan atau keinginan setiap orang itu beragam. Tinggal bagaimana langkah-langkah yang tepat untuk mewujudkan keberhasilan tersebur. Karena keberhasilan akan datang bagi pribadi-pribadi yang mau berusaha bukan hanya sekadar berdoa namun tanpa usaha belaka.

Apalagi, sekarang ini kita—kaum muda khususnya, dituntut untuk siap menghadapi era “Industri 4.0” di mana era industri ini ditandai dengan semua hal yang serba digitalisasi dan otomatisasi, yang kita bisa melihat contoh nyata di sekitar kita adalah di mana sebagian masyarakat perkotaan yang sekarang lebih memilih untuk berbelanja secara online dan bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja dibandingkan belanja dengan ke toko-toko konvensional atau pusat perbelanjaan. Untuk itulah, para kaum muda khususnya generasi millennials harus aware untuk segera mempersiapkan diri memasuki era “Industri 4.0” dengan cara membangun konsep diri yang baik. Selaras dengan hal tersebut, ESQ Business School (EBS) pada hari ini (20/12/2018) yang bertempat di Lantai 18 Ruang Auditorium Prof.Ir.Surna Tjahja Djajadiningrat,M.SC.,Ph.d diselenggarakanlah kuliah umum “CEO Talk” dalam rangka “Dies Natalis EBS yang ke-VI” yang diisi oleh Bapak DR.(H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Business School dan CEO ESQ Group) dan Ibu Nurhayati Subakat (CEO PT Paragon Technology and Innovation) acara dimulai pada pukul 08.00-10.30 WIB yang dihadiri oleh para mahasiswa dan mahasiswi EBS dari berbagai angkatan dan berbagai jurusan.

Dalam kuliah umum ini, terdiri dari dua sesi. Di mana sesi pertama diisi oleh Ibu Nurhayati Subakat dan sesi kedua diisi oleh Bapak DR.(H.C) Ary Ginanjar Agustian. Dalam sesinya, Ibu Nurhayati Subakat menceritakan perihal pengalamannya membangun brand “Wardah Beauty” yang saat ini, menjadi brand kosmetik nomor 1 di Indonesia dan nomor 6 di dunia. Ibu Nurhayati menceritakan bahwa membangun “Wardah Beauty” saat itu benar-benar dengan kerja keras dan semangat juang, tekad yang kuat, dan doa yang tidak pernah putus. Dan hasilnya, kita bisa melihat saat ini bahwa brand “Wardah Beauty” memang menjadi produk paling digemari oleh masyarakat Indonesia, bahkan banyak anak-anak muda, generasi millenials yang juga menyukai produk ini. Hal itu sudah tidak asing lagi lantaran produk kecantikan ini sudah sangat dipercayai karena keamananya yang memang sudah teruji secara klinis, tidak hanya itu saja “Wardah Beauty” juga mempunyai ciri khas dari dulu karena kehalalannya. Ibu Nurhayati Subakat menceritakan pula bagiamana beliau bisa struggle yang pada saat itu ketika perusahaan yang berorientasi di bidang kecantikan yang dipegangnya itu nyaris collaps (bangkrut). Ya, pada saat itu pabrik kosmetik ini nyaris tidak beroperasi lagi karena telah dilahap habis oleh si “jago merah.” Tapi karena keyakinan yang tinggi kepada Sang Maha Pencipta yang juga dibarengi dengan tekad yang kuat untuk bangkit dari keterpurukan, maka Ibu Nurhayati Subakat, bisa melewati fase-fase ketika perusahaannya collaps tersebut.

Ibu Nurhayati juga berkata bahwa alasan “Wardah Beauty” saat ini menjadi kegemaran bagi para wanita Indonesia karena selain produknya yang bagus dan juga harganya yang bersaing, “Wardah Beauty” selalu melakukan inovasi dan modifikasi Karena inovasi dan modifikasi yang dilakukan itulah, membuat produk “Wardah Beauty” semakin berkembang yang diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia bahkan diterima juga bagi masyarakat di luar negeri, dan saat ini karyawan “Wardah Beauty” sudah mempunyai 11.000 karyawan yang sebagian besar didominasi  oleh generasi millennials. Ibu Nurhayati Subakat juga bercerita bahwa merupakan sebuah prestasi di mana produknya  terjual 6pcs/detik. PT Paragon Technlogy and Innovation juga mempunyai brand lain selain “Wardah Beauty” yaitu: Makeover, Emina, dan IX.

“Yang membuat kita semangat untuk terus bekerja dan berinovasi adalah karena kita memikirkan nasib orang lain, jangan hanya memikirkan kepentingan pribadi saja” Ujar Beliau. Satunya-satunya kosmetik yang bisa menjawab kebutuhan hijabers (sebutan untuk wanita yang memakai hijab) adalah “Wardah Beauty” Pada tahun 2011 “Wardah Beauty” mendapat penghargaan “Halal Award 2011” untuk brand kosmetik halal. Pada tahun 2012 “Wardah Beauty” membuka store sekaligus outlet pertama di Malaysia, Pada tahun 2013, “Wardah Beauty” sudah membuka 22.000 outlet di Indonesia dan Malaysia dan “Wardah Beauty” juga menjadi 1st Local Brand di Matahari Departement Store. “Produk itu harus menjawab kebutuhan konsumen kalau mau produknya bisa diterima di masyarakat.” Ujar Ibu Nurhayati Subakat. Beliau juga akan selalu ingat terhadap hal berikut, “menjadi manusia akan lebih bermanfaat apabila dia bisa berbagai pada sesama. Berbagilah terus, karena berbagi tidak akan pernah membuat hidup kita berkurang.”

***

Acara "CEO Talk" Sukses Berikan Edukasi dan Inspirasi bagi Para Mahasiswa EBS Cara untuk Membangun Konsep Diri Menghadapi "Industri 4.0"

Acara "CEO Talk" Sukses Berikan Edukasi dan Inspirasi bagi Para Mahasiswa EBS Cara untuk Membangun Konsep Diri Menghadapi "Industri 4.0"Kemudian sesi kedua kuliah umum ini diisi oleh pendiri EBS yang juga merupakan CEO ESQ Group yakni Bapak DR.(H.C) Ary Ginanjar Agustian. Bapak Ary—sapaan akrab dari Bapak DR.(H.C) Ary Ginanjar Agustian menceritakan pula bagaimana beliau bisa menjadi orang yang tidak berputus asa dalam hidupnya, dalam mewujudkan mimpi-mimpinya. Beliau berkata bahwa Indonesia jangan mau kalah dengan negara-negara maju lainnya “Indonesia bisa.” Ujar beliau. Lebih lanjut fenomena yang terjadi pada “Wardah Beauty” ini juga merupakan implementasi dari kurikulum yang diajarkan oleh ESQ Business School yaitu metode SKI (Spiritualitas, Kreativitas, dan Intelektualitas).

Acara "CEO Talk" Sukses Berikan Edukasi dan Inspirasi bagi Para Mahasiswa EBS Cara untuk Membangun Konsep Diri Menghadapi "Industri 4.0"Itulah yang membedakan EBS dengan kampus lain, karena hanya EBS yang menerapkan metode SKI tersebut yang membuat banyak mahasiswa dan mahasiswi EBS memenangkan banyak kejuaraan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Itulah yang juga akan membuat EBS menjadi sekolah bisnis terbaik di Indonesia ke depannya.“Seseorang yang sukses tidak hanya pasif dan diam saja, tapi mereka berani untuk menyuarakan pendapat.” Tutur Beliau. Sebelum menutup sesi kuliah umum, Bapak Ary juga selalu mengingatkan bahwa untuk mengubah “mental state” seseorang hanya diperlukan 3 hal yakni: gerak, kata dan fokus. Yakinlah semua hal-hal sulit akan bisa dilewati jika kita benar-benar mau segera bangkit dari keterpurukan.

Rachmah Dewi

Author Rachmah Dewi

More posts by Rachmah Dewi